Archive for Agustus, 2010

PENGANTAR EKONOMI MIKRO

KONSEP DASAR DAN PERMASALAHAN POKOK ILMU EKONOMI

Ilmu Ekonomi adalah kajian bagaimana masyarakat menggunakan sumber daya yang langka untuk memproduksi komoditi-komoditi berharga dan mendistribusikannya pada massyarakat (Samuelson, 2003:4). Ilmu ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).

Dalam ilmu ekonomi terbagi menjadi 2 (dua) cabang yaitu:

  • Mikro Ekonomi: berkaitan dengan perilaku entitas individual seperti pasar, perusahaan dan rumah tangga.
  • Makro Ekonomi: mengamati kinerja perekonomian secara keseluruhan

ILMU EKONOMI POSITIF VS ILMU EKONOMI NORMATIF

  • Ilmu Ekonomi Positif: mendiskripsikan faakta-fakta ekonomi berhubungan dengan permasalahan,yang dapat dipecahkan dengan merujuk pada analisis dan bukti empiris.
  • Ilmu ekonomi Normatif: melibatkan pertimbangan nilai, melibatkan pandangan etis dan norma-norma keadilan, serta tidak ada jawaban benar atau salah karena lebih berkaitan dengan etika daripada fakta.

INPUT DAN OUTPUT

Input adalah komoniti atau jasa yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa.

Output adalah berbagai barang dan jasa yang berguna yang dihasilkan dari proses produksi untuk dikonsumsi atau digunakan dalam proses produksi selanjutnya.

BATAS KEMUNGKINAN PRODUKSI (PRODUCTION POSSIBILITY FRONTIER)

Masyarakat tidak bisa mendapatkan semua yang mereka inginkan, mereka dibatasi oleh sumber daya dan teknologi yang ada. Keadaan tersebut dinamakan batas kemungkinan produksi yang menunjukan jumlah maksimum produksi yang dapat dicapai oleh suatu perekonomian.

FAKTOR PRODUKSI

faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa.Secara total, saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu tenaga kerja (labor), modal (capital), sumber daya fisik (physical resources), kewirausahaan (entrepreneurship), dan sumber daya informasi (information resources).

  1. tenaga kerja (labor)

Tenaga kerja merupakan faktor produksi insani yang secara langsung maupun tidak langsung menjalankan kegiatan produksi. faktor produksi tenaga kerja, terkandung unsur fisik, pikiran, serta kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kerja

  1. sumber daya fisik (physical resources)

Faktor produksi fisik ialah semua kekayaan yang terdapat di alam semesta dan barang mentah lainnya yang dapat digunakan dalam proses produksi. Faktor yang termasuk di dalamnya adalah tanah, air, dan bahan mentah (raw material).

  1. modal (capital)

Yang dimaksud dengan modal adalah barang-barang atau peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan proses produksi.

  1. kewirausahaan (entrepreneurship)

Faktor kewirausahaan adalah keahlian atau keterampilan yang digunakan seseorang dalam mengkoordinir faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

  1. sumber daya informasi (information resources)

Sumber daya informasi adalah seluruh data yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Data ini bisa berupa ramalan kondisi pasar, pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan, dan data-data ekonomi lainnya.

OPPORTUNITY COST

opportunity cost adalah kesempatan yang hilang akibat memilih sebuah alternative.

ANALISA PASAR, PERMINTAAN, PENAWARAN DAN HARGA

Model permintaan dan penawaran menjelaskan bagaimana harga beragam sebagai hasil dari keseimbangan antara ketersediaan produk pada tiap harga (penawaran) dan keinginan dari mereka dengan kekuatan pembelian pada tiap harga (permintaan). Grafik ini memperlihatkan sebuah pergeseran ke kanan dalam permintaan dari D1 ke D2 bersama dengan peningkatan harga dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai sebuah titik keseimbangan (equibilirium) dalam ku

PERMINTAAN

Permintaan adalah : kesanggupan pembeli untuk membeli berbagai jumlah produk pada berbagai kemungkinan tingkat harga dalam waktu yang sama.

1. Hukum Permintaan

Hukum permintaan berbunyi : jumlah produk yang diminta berbanding terbalik dengan harga, artinya : jika harga barang naik maka jumlah permintaannya akan turun dan sebaliknya. Tentu saja kondisi di atas bersifat ceteris paribus artinya semua faktor yang mempengaruhi berlakunya hukum permintaan dianggap tetap.

2. Kurva Permintaan

Akibat dari adanya hukum permintaan tersebut kurva permintaan menjadi miring dari kiri atas ke kanan bawah, sehingga kurva permintaan dikatakan mempunyai kemiringan negatif, karena variable – variable yang bekerja dalam pemintaan bekerjanya berlawanan arah. Kurva permintaan tidak mungkin menyentuh sumbu P karena berapapun harganya pasti ada konsumen yang bersedia untuk membeli barang yang dihasilkan

3. Pergeseran Kurva Permintaan

Kurva permintaan dikatakan mempunyai kemiringan negatif. Ia miring dari kiri atas ke kanan bawah. Kurva permintaan ini bisa bergeser disepanjang kurva permintaan apabila terjadi perubahan harga dan perubahan jumlah barang yang diminta.

rva penawaran (S).

Bentuk-Bentuk Struktur Pasar Konsumen – Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli

Bentuk-Bentuk Struktur Pasar Konsumen – Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli

1. Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain.

Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
- Jumlah penjual dan pembeli banyak
- Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
- Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
- Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
- Posisi tawar konsumen kuat
- Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
- Sensitif terhadap perubahan harga
- Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar

2. Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya.

Sifat-sifat pasar monopolistik :
- Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
- Mirip dengan pasar persaingan sempurna
- Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
- Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
- Relatif mudah keluar masuk pasar

3. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya.

Sifat-sifat pasar oligopoli :
- Harga produk yang dijual relatif sama
- Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
- Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
- Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain

4. Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (PLN), perusahaan kereta api (PT.KAI), dan lain sebagainya.

Sifat-sifat pasar monopoli :
- Hanya terdapat satu penjual atau produsen
- Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
- Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
- Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
- Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
- Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses

Tambahan :
- Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk yang dihasilkan.
- Monopoli adalah sesuatu yang dilarang di Republik Indonesia yang diperkuat dengan undang-undang anti monopoli.

Pasar Monopoli vs Oligopolistik vs Monopolistik vs Persaingan Sempurna

herwanp,msi,etika.an,fisip,2009

Ada pernyataan seorang kawan akhir-akhir ini, saat bertemu dengan pelaku pasar televisi berlangganan di Indonesia. Sebelum sering-sering bermain ke Gorontalo dan Balikpapan untuk melihat dan mendaftar pemain-pemain kecil spanyol*, ada baiknya konsepsi dasar tentang struktur pasar harus dipahami secara mendalam. Saya jadi tersenyum sekaligus menggeleng, “Kenapa juga pasar oligopolistik jadi merugikan masyarakat?” Pak, jangan memberikan pernyataan sebelum melakukan riset dan pendalaman pemahaman, ya.

Pasar monopoli pun bisa terjadi secara alamiah, karena penguasaan teknologi atau modal kapital yang besar. Saat sang pemain monopoli ini mulai melakukan tindakan merugikan masyarakat (dan ada hitungannya), di saat ini pula kebijakan persaingan usaha berperan.

Secara singkat ada sedikit perbedaan antara persaingan sempurna dengan monopolistik:

Pasar persaingan sempurna:

  • banyak pembeli dan banyak penjual
  • produk yang homogen
  • informasi produk cukup
  • free entry

Pasar persaingan monopolistik:

  • banyak pembeli dan banyak penjual
  • produk yang terdiferensiasi
  • informasi produk cukup
  • free entry

Produk yang mirip bisa terdiferensiasi karena geografi (lokasi Alfamart di dekat rumah saya lebih nyaman ditempuh daripada Indomaret lima rumah di sebelahnya). Alfamart itu berada di daerah yang tidak terlalu ramai untuk diseberangi dibanding Indomaret. Produk yang mirip juga bisa terdiferensiasi karena iklan yang terus-menerus. Cairan pencuci rambut (shampoo) merek Sunsilk yang berbotol hijau adalah untuk pengguna jilbab. Apa isinya berbeda dengan yang botol kuning, merah muda ataupun biru? Mungkin hanya wewangian dan pewarna yang berbeda, tetapi semuanya tetap cairan pencuci rambut dari bahan kimia sama.

Lalu apa oligopolistik? Di pasar ini, keputusan harga berada di segelintir pemain, walaupun berada di banyak pemain. Sebagai price leaders, segelintir pemain ini bisa membuat skema sebagai berikut:

  • Perusahaan oligopoli berkonspirasi dan berkolaborasi untuk membuat harga monopoli dan mendapatkan keuntungan dari harga monopoli ini
  • Pemain oligopoli akan berkompetisi dalam harga, sehingga harga dan keuntungan menjadi sama dengan pasar kompetitif
  • Harga dan keuntungan oligopoli akan berada antara harga di pasar monopoli dan pasar kompetitif
  • Harga dan keuntungan oligopoli tak dapat ditentukan, indeterminate.

Di sini, barulah kita bermain dalam sebuah teori permainan. Game theory. Ada tata cara bermain dan penaltinya juga!

* Catatan: spanyol = separuh nyolong, sebuah istilah yang dikemukakan oleh seorang filantropis pemilik satelit negeri ini, “Sesungguhnya inilah Indonesia Raya, negara kepulauan yang tak mampu diurus semuanya di pusat.”

Pasar persaingan sempurna (perfect competition) : adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.

EKONOMI PERKOTAAN

EKONOMI PERKOTAAN

  • Konsep :  merupakan suatu  disiplin ilmuekonomi  baru  yang membahas  analisis ekonomi terhadap persoalan-persoalan  yang dihadapi oleh kota dalam  perkembangannya
  • Ciri atau sifat esensial daerah perkotaan adalah konsentrasi basis berbagai kegiatan ekonomi, social, dan politik pada tata ruang perkotaan.
  • Masalah perkotaan sangat luas dan bervariasi, sehingga untuk menanganinya diperlukan langkah dan upaya pemecahan dengan menggunakan analisis ekonomi agar dapat dicapai hasil yang efektif dan efisien.

Ekonomi perkotaan merupakan salah satu disiplin ilmu karena mempunyai :

  • Objek : Kota itu sendiri dengan segala macam permasalahannya
  • Batasan :

FUNGSI KOTA BESAR

  • FUNGSI TEMPAT  TINGGAL (WISMA)

Perumahan (papan) merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. perumahan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan stabilitas social, dinamika masyarakat dan produktivitas kerja.  Namun pertambahan penduduk kota yang sangat pesat akan meningkatkan kebutuhan terhadap perumahan yang semakin besar pula hal ini menimbulkan banyak hambatan disebabkan karena rendahnya kemampuan ekonomi sebagaian besar penduduknya dan tingginya biaya pembangunan perumahan. Tingginya biaya disebabkan karena keterbatasan factor-faktor produksi perumahan seperti tanah

( lahan), bahan bangunan, dll.

Permasalahan : Semakin banyak tumbuh perumahan yang kurang memenuhi persyaratan bagi perumahan yang layak dan lingkungan yang sehat (kumuh).

Solusi : Dibangunnya perumahan rakyat yang memenuhi standart yang telah ditetapkan yaitu jumlah yang memadai di dalam lingkungan yang sehat, kuat dari segi teknis dan dalam jangkauan masyarakat.

  • FUNGSI TEMPAT PEKERJAAN (KARYA)

Kota-kota besar sebagai pusat-pusat kegiatan dapat ditandai dengan terjadinya aglomerasi industry dan arus urbanisasi. Sehingga fungsi dan peranan kota sangat penting sebagai pusat kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Permasalahan :

  • Pertumbuhan penduduk kota yang sangat cepat sering kali tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja yang memadai yang pada akhirnya akan menimbulkan pengangguran, beban pemerintah, keonaran sering terjadi di dalam masyarakat, perkampungan kumuh dan peningkatan angka kriminalitas.
  • Sebagian kegiatan produktif di perkotaan terjadi atau berada pada gedung-gedung dan antar gedung. Pembangunan gedung-gedung tersebut berkembang cepat , bahkan sebagian tidak terarah atau tidak terkontrol dengan baik.

Solusi:

  • Pemerintah harus berusaha menciptakan iklim yang menggairahkan terhadap kegiatan ekonomi, baik dalam arti menciptakan lapangan kerja baru maupun memperluas kegiatan yang sudah ada. Diantaranya, mengadakan perbaikan kondisi pemukiman, penentuan lokasi kegiatan industry yang tepat, mendorang inisiatif (prakarsa) dan usaha swasta seluas mungkin serta usaha-usaha lainnya dalam rangka penciptaan dan perluasan lapangan kerja di dalam wilayah perkotaan.
  • Pemerintah kota harus menciptakan lingkungan fisik perkotaan (urban setting) yang serasi dan harmonis. Keadaan tempat-tempat pekerjaan harus diusahakan sedapat mungkin memenuhi persyaratan kesehatan, keamanan, kebersihan dan keindahan.
  • FUNGSI LALU LINTAS (MARGA)

Pemukiman penduduk yang terpusat di daerah perkotaan menimbulkan kebutuhan akan prasarana dan sarana transportasi yang digunakan untuk melayani angkutan penduduk. secara teoritis permintaan akan jasa transportasi adalah bersifat turunan (derived demand). Kenaiakan terhadap kegiatan perdagangan dan industry serta kegiatan mobilitas lainnya akan menimbulkan permintaan akan jasa transportasi. Berbagai jenis perjalanan tersebut dapat dikelompokkan menjadi aksebilitas antar kegiatan tempat tinggal, aksebilitas antar kegiatan non tempat tinggal.

Permasalahan : Banyaknya angkutan yang ada di kota kadang mengakibatkan kesemrawutan tata kota. Angkutan kota banyak diantaranya yang telah tua dan diantaranya memproduksi emisi yang mengakibatkan polusi udara di daerah perkotaan.

Solusi : Adanya perencanaan angkutan umum di daerah perkotaan yang baik dan serasi. Lokasi kegiatan-kegiatan ekonomi dapat diatur dan disesuaikan dengan perumahan yang dihubungkan melalui jalur angkutan yang tepat. Selain itu diperlukan juga konsolidasi antar berbagai jenis alat angkutan, penyusunan pola trayek angkutan, penerapan tariff angkutan, pembarian izin, pembangunan terminal, peremajaan kendaraan, pengujian emisi berkala.

  • FUNGSI REKREASI

Kota sebagai pusat kegiatan juga memenuhi fungsi rekreas

  • TERBENTUKNYA KOTA KARENA TUNTUTAN EFISIENSI

Kota sebagai pusat kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.

MENGAPA TIMBUL URBANISASI

Faktor pendorong

  • Daerah belum maju
  • pekerjaan
  • Penghasilan rendah

Faktor penarik

  • Proses aglomerasi/polarisasi
  • Penghasilan/upah yang lebih tinggi
  • Melanjutkan sekolah
  • Kebebasan pribadi
  • Hiburan
  • adat

Pertumbuhan dan Struktur Kota

  • · Kriteria Pertumbuhan Kota

Kota merupakan konsentrasi pemukiman penduduk yang makin lama makin meluas. Konsentrasi di dalam pemukiman penduduk di daerah perkotaan sangat tinggi kepadatannya. Gejala yang sering ditemukan di daerah perkotaan adalah urbanisasi. Perkembangan kota mencakup kegiatan pembangunan dan perkembangan kota itu sendiri.Perkembangan kota juga mencakup kegiatan pelayanan bagi daerah hinterland (daerah belakang).

  • Prinsip Pertumbuhan Kota

Menurut Boulding Pertumbuhan kota sebagai suatu proses yang cukup pelik. Prinsip yang diungkapkan Boulding :

1. Dalam gerak pertumbuhan, maka bentuk dari setiap objek, organisme atau organisasinya merupakan akibat dari hukum pertumbuhannya.

2. Equal adventege, menjelaskan bagaimana terjadinya distribusi atau kemampuan tumbuh diantara bagian-bagian struktur kota diupayakan agar relative lebih berimbang.

  • · Konsep Struktur Kota
  • Teori The Concentric Zone oleh E. W Burges

Dalam

2. Teori Radial Sector oleh Homer Hyot

3. Konsep Multiple Nuclei oleh Harris dan Ullman


TEORI-TEORI PERTUMBUHAN KOTA

CENTRAL PLACE DAN URBAN BASE

  • · Formulasi Teori Central Place

Pusat kota dapat dikatakan pula dengan istilah central place (tempat sentral) yang didefinisikan dalam arti fungsi-fungsi sentral yang dilaksanakan untuk suatu daerah. Fungsi utama kota adalah bertindak sebagai suatu pusat pelayanan untuk daerah hinterland di sekitarnya (yang disebut sebagai daerah komplementer/daearah belakang), yang menyuplai kebutuhan barang dan jasa untuk kota.

Menurut teori central place atau tempat sentral, kota tumbuh dan berkembang sebagai akibat dari permintaan barang dan jasa daerah sekitarnya. Atau dengan kata lain pertumbuhan kota merupakan suatu fungsi dari penduduk daerah hinterlandnya dan merupakan fungsi dari tingkat pendapatannya.

  1. Keterbatasan/kelemahan teori central place

1.  Pada kenyataannya kota besar tidak mengkususkan fungsinya pada produksi barang dan jasa yang akan dipasarkan ke darah pasar yang luas sebagaimana di klaim oleh teori central place.

contoh: Kepadatan penduduk kota diikuti oleh peningkatan kebutuhan. Persoalan yang timbul bahwa dalam pertumbuhan kota ternyata tidak sederhana seperti pemasaran barang dan jasa yang diproduksi oleh central place yang berada di dalam kota untuk daearh-daerah sekitarnya. Kebutuhan pelayanan kepada penduduk kota yang cukup banyak jenisnya dab sangat luas jangkauannyaharus ditempuh dan disediakan secara cukup, merata, dan murah.

2. Analisis central place ternyata lebih menekankan pada peranan sektor perdagangan dan kegiatan jasa dari pada kegiatan produktif lainnya seperti manufacturing dan transportasi.

3. Pertumbuhan kota meningkat terus dan setelah sampai pada tingkat tertentu mereka memerlukan sumber daya (tenaga kerja, modal, dll) yang didatangkan dari luar daerah. Dalam hal ini tidak dapat dijelaskan dalam pengertian permintaan barang dan jasa dari daerah hinterland seperti yang dikemukakan oleh teori central place.

Diakui bahwa hinterland dan kota berkaitan satu sama lainnya. Tanpa hinterland pertumbuhan kota tidak akan pesat, sebaliknya hinterland tanpa kota juga tidak akan menikmati kemajuan teknologi yang pada umumnya ditransfer dari kota-kota besar.

  • Pendekatan Urban Base (Basis Ekonomi Perkotaan)

Perbedaan dari teori central place dan urban base adalah pada teori central place menyatakan bahwa sumber utama pertumbuhan kota adalah melayani permintaan barang dan jasa daerah hinterlandnya sedangkan menurut teori urban base sumberdaya adalah permintaan dari mana saja di luar pusat kota.

Menurut teori urban base struktur ekonomi perkotaan terdiri dari dua katehori utama yaitu kegiatan-kegiatan dasar (basic activities). yang memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa untuk di ekspor ke luar daerah perkotaan, dan kegiatan-kegiatan jasa non dasar (non basic activities) dimana barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan akan dikonsumsi di daerah perkotaan sendiri.

Menurut teori urban base suatu kota bertumbuh sebagai akibat dari spesialisasi dalam kegiatan ekspor. Dengan ekspor tentunya akan diperoleh devisa, hal ini berarti dapat meningkatkan kekayaan dan kemampuan suatu Negara atau daerah untuk melaksanakan pembangunan dan membayar harga barang yang diimpornya dari luar negeri.

  1. Kelemahan teori urban base :

1. Terdapat kesulitan dalam mengukur economic base, khusunya masalah bagaimana membedakan antara kegiatan dasar dan kegiatan non dasar.

2. Tidak dapat meramalkan pertumbuhan kota di masa depan

3. Terdapat kelemahan teoritik yaitu pembagian ke dalam dua sektor (dasar dan non dasar) dapat dikatakan tidak mempunyai arti yang penting.


TEORI AMBANG PINTU (THRESHOLD THEORY)

Teori ambang pintu (threshold theory) adalah suatu usaha pemikiran untuk menjabarkan desain perencanaan kota atau regional ke dalam teoru kuantitatif. Perencanaan kota menghadapi beberapa jenis keterbatasan atau limitasi, misalnya dalam penggunaan dan pengembangan lingkungan. Prosedur yang konvensional dari studi-studi kelayakan, baiasanya dalam metodologi tidak mengemukakan cara-cara penanggulangannya secara jelas dan lengkap terhadap keterbatasan-keterbatasan tersebut.

Sebagai contih usaha pemukiman menghadapi tantangn dari waktu kewaktu dalam bentuk keterbatasan-keterbatasan yang bersifat ambang pintu. Keterbatasan itu adalah:

1. Keterbatasan secara fisik, contoh : tipe lahan yang sulit untuk dilakukan pengembangan karena mempunyai kontur yang curam/barbatu/dll. Namun keterbatasan ini tidak absolute karena masih bisa diatasi dengan teknologi modern.

2. Keterbatasan ambang pintu teknologis, contoh: dalam pengembangan fasilitas kota perlu adanya system baru yang berteknologi mutakhir.

3. Keterbatasan structural, keterbatasan ini terjadi sebagai akibat pertambahan penduduk kota dan arus urbanisasi yang terus meningkat, maka peremajaan kota perlu dilakukan.


AGLOMERASI

Pengertian Aglomerasi

Aglomerasi menurut teori lokasi modern merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi aktifitas ekonomi, aglomerasi juga menjadi salah satu faktor disamping keunggulan komparatif dan skala ekonomi menjelaskan mengapa timbul daerah-daerah dan kota-kota (Soepono, 2002). Terdapat dua macam aglomerasi, yaitu aglomerasi produksi dan aglomerasi pemasaran (Soepono, 2002). Dikatakan aglomerasi produksi bilamana tiap perusahaan yang mengelompok/kluster atau beraglomerasi mengalami eksternalitas positif di bidang produksi, artinya biaya produksi perusahaan berkurang pada waktu produksi perusahaan lain bertambah.

Aglomerasi pemasaran adalah perusahaan-perusahaan dagang atau banyak toko mengelompok dalam satu lokasi. Ada eksternalitas belanja (shopping externality) yang dapat dinikmati yaitu penjualan suatu toko dipengaruhi oleh toko lain disekitarnya. Ada dua produk yang menimbulkan eksternalitas belanja, yaitu barang subtitusi tidak sempurna dan barang komplementer. Barang subtitusi tidak sempurna merupakan barang yang mirip namun tidak sama, pembeli membutuhkan perbandingan (comparison shopping) menyangkut corak, harga, kualitas dan merek sebelum memutuskan untuk membeli. Misalnya dalam membeli sepeda motor, ada Honda, Yamaha, Susuki, Kawasaki dan yang lain-lain. Barang komplementer adalah barang-barang saling melengkapi, misalnya kopi dan gula, CD dan CD Player, toko baju olah raga dengan sepatu olah raga, dan lain-lain.

Aglomerasi Industri yaitu pemusatan industri di suatu kawasan tertentu dengan tujuan agar pengelolanya dapat optimal. Gejala aglomerasi industri itu disebabkan karena hal-hal berikut :

  • Adanya persaingan industri yang semakin hebat dan semakin banyak.
  • Melaksanakan segala bentuk efisiensi di dalam penyelenggaraan industri.
  • Untuk meningkatkan produktivitas hasil industri dan mutu produksi.
  • Untuk memberikan kemudahan bagi kegiatan industri.
  • Untuk mempermudah kontrol dalam hubungan tenaga kerja, bahan baku, dan pemasaran.
  • Untuk menyongsong dan mempersiapkan perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik yang dimulai tahun 2020.
  • Melakukan pemerataan lokasi industri sesuai dengan jumlah secara tepat dan berdaya guna serta menyediakan fasilitas kegiatan industri yang berwawasan lingkungan.

Proses aglomerasi (pemusatan) industri keberhasilannya banyak ditentukan oleh faktor teknologi lingkungan, produktivitas, modal, SDM, manajemen dan lain-lain.

Pada Negara-negara yang sedang mengalami aglomerasi industri, terdapat dualisme bidang teknologi. Dualisme teknologi adalah suatu keadaan dalam suatu bidan ekonomi tertentu yang menggunakan tehnik dan organisasi produksi yang sangat berbeda karakteristiknya. Kondisi ini mengakibatkan perbedaan besar pada tingkat produktivitas di sektor modern dan sektor tradisional, seperti keadaan berikut ini :

a.     Jumlah penggunaan modal dan peralatan yang digunakan.

b.       Penggunaan pengetahuan teknik, organisasi, dan manajemen.

c.       Tingkat pendidikan dan keterampilan para pekerja.

Faktor-faktor ini menyebabkan tingkat produktivitas berbagai kegiatan sektor modern sering kali tidak banyak berbeda dengan kegiatan yang sama yang terdapat di Negara maju. Sebaliknya sektor tradisional menunjukkan perbedaan banyak karena keadaan sebagai berikut :

a.       Terbatasnya pembentukan modal dan peralatan industri.

b.       Kekurangan pendidikan dan pengetahuan.

c.       Penggunaan teknik produksi yang sederhana.

d.       Organisasi produksi yang masih tradisional.

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI

A. Alasan pentingnya mempelajari Sejarah Pemikiran Ekonomi

• Supaya pembuat kebijakan kita tidak mengulang kesalahan di masa lalu • Supaya kita tahu apa yang dilakukan oleh ahli ekonomi ketika menghadapi suatu permasalahan ekonomi, kebaikan dan kelemahan dari tiap pendekatan yang digunakan. Semua itu diperlukan sebagai dasar mengambil keputusan dalam menghadapi masalah ekonomi • Supaya kita memahami mana pemikiran/perspektif yang sifatnya penting untuk sementara atau penting untuk sementara

B. Pemikiran Masa Praklasik (Pemikiran Yunani Kuno, Skolastik, Merkantilisme, Physiokrat)
 Markentalis
Menurut paham ini, tiap Negara yang berkeinginan untuk maju hrs melakukan perdagangan dengan Negara lain.
Markentalis percaya bahwa dunia adalah staknan and kekayaannya tetap. Sehingga suatu bangsa hanya bisa berkembang dengan mengorbankan Negara lain yang konsekuansinya mereka menciptakan monopoli yang disahkan pemerintah. Menurutnya kekayan hanya berbantuk uang yang waktu itu adalah emas.
Tokoh-tokoh dari masa ini yaitu:
a. Jean Boudin: bertambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri dpt menyebabkan naiknya harga brng2.
b. Irving Fisher: mengembankan teori kuantitas pemikiran boudin
c. Thomas mun: nilai ekspor harus lebih besar adri nilai impor
d. Jean Babtis Colbert:
e. Sir William Petty: labor this father and active principle of wealth as lands are the mother dan uang hanya diperlukan dalam jumlah secukupnya.
f. David Hume: membicarakan ttg harga yg sebagian deperbaharui oleh jumlah barang dan sebagian oleh jumlah uang
 Skolastik
Ciri utama aliran pemikiran ini adalah kuatnya hubungan antara ekonomi dgn masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Tokoh utama masa ini yaitu St. albertus Magnus berpandangan bahwa harga adil dan pantas yaitu harga yang sama besarnya dengan biaya dengan tenaga yang dikorbankan untuk menciptakan barang tsb. dan St. Thomas Aquenas yang berpendapat bahwa memungut bunga dari uang yang dipinjamkan adalah tidak adil sebab sama artinya dengan menjual sesatu yang tidak ada.
 Physiokrat
Kaum ini menganggap suber kekayaan suatu Negara adalah sumberdaya alam. Mereka tdk menyukai campur tangan pemerintah dlm perekonomian. Tokoh utama aliran ini adalah Francis Quesney. Ia membagi masyarakat dalam 4 golongan yaitu:
a. Kelas masyarakat produktif (bidang pertanian dan pertambangan)
b. Kelas tuan tanah
c. Kelas yang tidak produktif (saudagar dan pengrajin)
d. Kelas buruh

C. Pemikiran Klasik Adam Smith
Dalam bukunya Smith menggaris bawahi tiga karakteristik dari system atau model klasik, yaitu:
• Kebebasan: hak untuk memproduksi dan menukar (memperdagangkan) produk, tenaga kerja dan capital
• Kepentingan diri: hak seseorang untuk melakukan usaha sendiri dan membantu kepentingan orang lain.
• Persaingan: hak untuk bersaing dalam produksi dan perdagangan barang dan jasa.
Smith mengatakan bahwa ketiga unsure ini akan menghasilkan “harmoni alamiah” dari kepentingan antar buruh, pemilik tanah dan kapitalis.
Pada 9 Maret 1976, penerbit dari London William Strahan dan Thomas Cadell meluncurkan dua jilid buku berjudul “ An Inquari Into the nature and causes of the wealth nations” yang tebalnya dari 1000 halaman karangan Dr. Mit Wicaksono seorang professor pendiam dan linglung yang mengajar filsafat moral di Universitas Glasgow. Buku ini menawarkan resep untuk membebaskan kelas pekerja dari dunia Hobbesian yang membosankan.
Smith menciptakan istila “kebebasan alamiah” yang mencakup hak untuk mendapatkan upah sesuai dengan kemampuan pasar dan hak untuk menabung, berinvestasi, dan mengumpulkan modal tanpa pembatasan pemerintah. Hal ini merupakan kunci bagi pertumbuhan ekonomi. Kebebasan lamiah tidak berarti seseorang dapat berperilaku serakah karena setiap orang pasti mempunyai kesempatan untuk membantu sodaranya.
Empat perinsip umum dari modal ekonomiklasik Adam Smith:
1. Penghematan, kerja keras, kepentingan diri yang baik, dan kedermawanan terhadap orang lain adalah kebajikan dan karena itu harus didukung.
2. Pemerintah harus membatsai kegiatannya pada pengaturan keadilan, memprkuat hak millik privat, dan memperthankan Negara dari serangan asing.
3. Di bidang ekonomi, Negara harus mengadopsi kebijan Laizes Faire noninterfansi (perdagangan bebas, pajak rendah, birokrasi minimal dan sebagainya)
4. Standar klasik emas/perak akan mencega Negara mendepresisasi mata uang dan akan menghasilkan lingkungan moneter yang stabil dimana ekonomi bisa berkembang.

D. Pemikiran Tokoh-Tokoh Klasik Lainnya (J.B. Say, Thomas Robert Malthus, David Ricardo, J.S. Mill)
Dasar filsafat; perekonomian yang didasarkan pada sistem bebas berusaha (Laissez Faire) adalah self-regulating, artinya mempunyai kemampuan untuk kembali ke posisi keseimbangan secara otomatis. Pemerintah tidak perlu campur tangan dalam perekonomian
1. J.B. Say
J.b. say lahir di Lyon, Prancis pada tahun 1767, dan meninggal pada tahun 1832. Dia berasal dari keluarga protestan di Prancis Selatan. Pada tahun 1799 dia menjadi anggota Tribunat Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktatot yang haus kekuasaaan da menentang kebijakan laissez faire sehingga Napoleon mengeluarkan Say dari Tribunat
Say adalah pendukung Smith tentang sistempersaingan ekonomi, kebebasan alamiah, dan pembatasan campurtangan pemerintah. Dia juga pembela kapitalisme laissez faire yang gigih.
Analisnya lebih mendalam daripada smith dan Ricardo dan ia membangun landasan baru dalam ekonomikalisk di empat bidang, yaitu
• Menyusun pengujian teori dengan fakta dan obeservasi
• Menyusun teori utilitassubjektif sebagai pengganti teori nilai kerja
• Gagasan tentang peran vital entrepreneur
• Hukum pasar Say, yang menjadi landasan model makro dalam fluktuasi bisnis dan pertumbuhan ekonomi.
Hukum pasar Say sering dikutip sebagai “penawaran menciptakan permintaanya sendiri”, namun Keynes berfikiran “bukankah permintaan yang menciptakan penawaran”
Ringkasan Hukum Say
• Sebuah Negara tidak bisa punya terlalu banyak capital
• Investasi adalah basis pertumbuhan ekonomi
• Konsumsi bukan hanya tidak menambah kekayan akan tetapi bahkan juga akan menghambat penambahan kekayaan
• Permintaaan disebabkan oleh produksi
• Kekurangan permintaan (yakni over produksi) bukan penyebab gangguan perekonomian. Gangguan dala perekonomian mincul hanya jika barang dalam proporsi yang tepat satu sama lain.

2. Thomas Robert Malthus
Pada 1798, Malthus mempublikasikan karyanya tanpa mancantumkan namanya, yang berjudul Essey on Population yang pada intinya mengatakan bahwa sumber daya bumi tidak bisa mengimbangi kebutuhan populasi yang terus bertambah. Malthus bersama kawan karibnya Ricardo, mengaskan bahwa tekanan terhadap sumberdaya yang terbatas akan selalu membuat manusia berada di garis kemiskinan. Dengan begitu, Malthus dan David Ricardo memlaikkan ekonomi Smithan yang cerah, meskipun mereka berdua pendukung kebijakan laissez faire Smith.
Malthus mempengaruhi pemikiran modern:
• Dia dianggap sebagai pendiri studi demografi dan populasi. (inggris melakukan sensus pertamnya pada 1801, akibat dari pengaruh studi Malthus)
• Dia dianggap sebagai guru perekayasa soisal yang mendukung control populasi dan batas pertumbuhan ekonomi
• Esseinya tentang populasi memperkuat pandangan muram dan fatalistic dari banyak ilmuan dan pemburu social, yang meramalkan akan muncul kemiskinan, kematian, penderitaan, peran dan kerusakam lingkungan sebagai akibat sumberdaya oleh populasi.
• Dia mengilhami teori evolusi Darwin
• Karya utamanya sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi makro John Maynard Kaynes yang didasarkan pada gagasan bahwa daur hidup bisnis didasarkan oleh perubahan dalam permintaan efektif total oleh konsumen dan investor
• Pesimisme Malthus dan Ricardo membuat ilmu ekonomi di cap sebagai ilmu yang muram
Dua hukum alam Malthus yang terkenal yaitu, pertama, populasi cenderung bertambah menurut deret ukur (secara geometris) (1,2,4,8,16,32,…). Kedua, produksi makanan (sumberdaya alam) cenderung bertambah menurut deret hitung (secara aritmatika) (1,2,3,4,5,…).
Hukum alam kedua Malthus adalah “subsistensi meningkat hanya dalam rasio aritmatika”. Pendapat ini tampak meragukan, atau bahkan keliru. Baik tumbuhan dan hewan jauh lebih subur dari manusia. Namun Malthus hanya menaggapinya dengan berkata “alam menyebarkan benih kehidupan seluas-luasnya dan sebabas-bebasnya tetapu alam tidak cukup ruang dan gizi untuk membesarkan benih itu.
Sumber daya alam yang cenderung “terus-menerus berkurang” ini sekarang ini dikenal sebagai hukum pendapatan yang menurun. Malthus dianggap ekonom pertama yang mengembangkan konsep penting dalam ilmu ekonomi ini. Dia mengacu pada fakta bahwa saat seseorang menambahakan lebih banyak capital atau tenaga kerja pada suatu tanah dengan luas tertentu, maka penambahan produksi atau outputnya akan semakin melambat.

3. David Ricardo
Ricardo bersama Malthus megembangkan hukum pendapatan yang menurun atau berkurang. Ricardo mengembangkan hukum ini pada 1815 dalam bukunya berjudul Essey on the Influence of Low price of Corn on the profits of Stock. Dalam pengembangan “jagung” ini, Ricardo menggunakan sejunlah asumsi sederhana. Pertama, dia mengasumsikan satu pertanian besar memproduksi jagung (corn). Kedua dia mengasumsikan upah tetap riil konstan (setelah inflasi) berada pada level subsistem, berdasarkan “hukum besi upah” yang dianut oleh Malthus dan Ricardo. Ketiga, dia mengasumsikan capital tetap, satu sekop pekerja untuk memproduksi hasil jagung
Dalam bunya, Ricardo mengemukaan beberapa teori yaitu:
• Teori land rent
• Labor theory of value
• Natural wages/iron law wages
• Comparative adventage
Ricardo mengemukakan salah satu hukum terbesar dalam ilmu ekonomi, keuintungan komparatif yang menjadi pukulan telak bagi proteksionisme. Walaupun Ricardo mendukung perdagangan bebas semasa perdebata Corn Law pada 1813-1815, tetapi kontribusinya yang terpenting untuk perdagangan bebas muncul beberapa tahun kemudian ketika dia mengembangkan hukum hukum komparatif di BAB VII dari Principle.
Hukum ini menyatakan bahwa perdagangan bebas akan menguntungkan kedua belah pihak, dan yang paling mengejutkan adalah perdaganganbebas akan membuat satu Negara melakukan spesialissasi meskipun satu Negara memiliki keuntungn absolute dalam produk tertentu.
Dia menggunakan contoh yang sangat sederhana. Misalkan untuk mremproduksi satu pakaian Inggris, memerlukan 50 pekerja sedangkan Portugal 25 pekerja. Dilain pihak, untuk produk anggur Portugal membutuhkan jumlah yang sama, uyaki 25 sedangkan Inggris membutuhkan 200.
Inggris Portugal
1 unit pakaian
1 unit anggur 50
200 25
25
Seperti diliahat, Portugal memiliki keunggulan absolute dalam produksi dua barang. Tapi Ricaro menunjukkan bahwa spesialisasi dan perdagangan adalah menguntungkan.
Misalkan Portugal mengambil 25 pekerja dari produksi pakaian dan mempekerjakannya pada produksi anggur. Hasilnya akan manaikkansatu unit anggur dan menurunkan satui unit pakaian di Portugal. Jika pada saat yang sama Inggris mengambil 100 pekerjka dari produksi anggur dan mempekerjakannya untuk membuat pakaian, maka Inggris akan menambah dua unit pakaian dan kehilangan setengah unit anggur.
Jika kita menjumlah total output kedua Negara setelah spesialisasi ini dilakukan, kita akan sampai pada kesimpulan yang mengherankan: aka nada tambahan satu unit pakaian dan setengah unit anggur yang diproduksi dalam agregat sebagai hasil dari perdagangan.
Ricardo sependapat dengan Smith bahwa Labor memegang peranan penting dalam perekonomian, perbedaannya adalah dalam penekanan, Smith lebih menekankan masalah kemakmuran bangsa dan pertumbuhan sedang Ricardo lebih memperhatikan masalah pemerataan pendakatan diantara berbagai golongan dalam masyaraklat.

4. J.S. Mill
Bukunya Principle of Political Economy menyatakan bahwa hukum produksi ditetapkan secara objektif namun hukum distribusi adalah variable. “distribusi kekayaan adalah soal institusi manusia semata. Instutisi ini didirikan oleh seiapa saja yang m,enghendakinya dan bisa menggunakan istilah apa saja.
Mill memberikan tiga kontribusi itama. Yang pertama adalah di bidang kebeasan personal dan inividualitas. Kedua, prinsip utamanya adalah penolakan terhadap Victorian-intoleransi, sikap ingin benar sendiri, kelemahan calvinisme, puritanisme, dan kekakuan Kristen. Mill menentang prasngka, kebiasaan dan keragaman pemikiran.
Ketiga, mill mendukung toleransi,skeptisisme, dan pemikiran bebas. Dia mendukung hak perempuan memilih, memegang jabatan dan berpartisipasi dalam semua bidang..
Untuk memperkenalkan teori distribusi, Mill mengawalinya dengan diskusi sosialisme. Dia keberatan dengan kapitalisme dan merasa bahwa property pribadi tidak selalu diperoleh secara adil atau layak. Dia mendiskripsikan tiga system sosialis:
• Sosialisme utopian : masyarakat kooperatif
• Sosialisme revolusioner: kelompok radikal termasuk komunis yang berusaha merebut kekuasaan dengan paksa, mensosialisasikan industry dan mencabut hak milik pribadi.
• Sosialime fasis: regulasi birokratis dan control industry dan alat-alat produksi, distribusi dan perdagngan

E. Sosialisme Sebelum Marx (Sosialisme Utopis, Sosialisme Komunitas Bersama)
Sosialisme melibatkan semua alat-alat produksi termasuk di dalamnya tanah pertanian oleh Megara dan menghilangkan milik swasta. Dalam kehidupan sehari-hari kata sosialisme sering dipakai secara bergantian dengan komunis. Karl Marx sendiri sering menggunakan kedua istilah ini bergantian untuk menjelaskan hal yang sama. Perbedaannya adalah sosialisme menggambarkan pergeseran milik kekayaan dari swsta pemerintah berlangsung secara perlahan-lahan melalui prosedur perturan pemerintah dengan memberikan konpensasi pada pemilik swasta, dalam komunisme peralihan kepemilikan digambarkan secara cepat dan revolusioner, secara paksa dan tanpa kompensasi. Tokoh sosialisasi yang terkenal adalah Sir Thomas Moor.
Istilah utopis diberikan karena Moore perah menulis sebuah Negara impian dalam bukunya utopia. Yang diomaksudnya sesungguhnya adalah sindiran terhadap social ekonomi masyarakat di Inggris pada abad ke 16 dimana perbandingan antara yang kaya dan yang miskkin sangat menyolok.
Robert Owen mendirikan parallelogram dan new harmony, dab Charles Fourier mendirikan Phalanx akantetapi semuanya pada akhirnya gagal.

F. Pemikiran Karl Marx (Marxisme)
Marx sang filsuf Jerman ini telah membangkitkan persatuan selama lebih dari seabad di kalangan buruh dan intelektual yang di rugikan oleh kapitalisme pasar. Malthus dan Ricardo mungkin telah menaburkan benih pembangkangan ini, menrutnya menghancurkan ikatankapitalisme dan mengoyak-oyak dasar-dasar system kebebasan natural Adam Smith.
Marx mungkin merupakan ekonom pertama yang menciptakan aliran pemikiran sendiri, dengn metodologinya sendri dan dengan bahasannya sendiri yang khas. Dalam menciptakan alirannya sendiri dalam karya klasiknya, Capital (1976), dia mengontraskan sistemnya dengan system pendukung laissez faire-antara lain Adam Smith, J. B. Say, dan David Ricardo. Marx yang menyebut leisses faire adalah aliran klasik, dalam mengembangkan pendekatan Marxis untuk ekonomi, dia menciptakan kosa katanya sendiri: nilai surplus, reproduksi, borjuis dan proletarian, matrealisme historis, ekonomi vulgar
Teori Nilai Kerja
Ricardo adalah mentor Marx dalam Ilmu ekonomi. Ricardo memfokuskan pada produksi dan bagaimana produksi didistribusikan diantara kelas-kelas besarbesar- pemilik tanah, buruh, dan kapitalis. Ricardo dan penerusnya Mill berusaha menganalisa ekonomi dari sudut pandang dan kelas ketimbang dari segi tindakan individu.
Say dan aliran laissez faire Prancis tidak memfukuskan pada utilitas subyektif dari individu, tetapi Marx menolak Say dan mengikuti Ricardo dengan berkonsentrasi pada produksi :komoditas” tunggal dan homogeny dan pendistribusian pendapatan dari produksi komoditas kedalam kelas-kelas.
Dalam system kelas Rocardo, buruh memainkan peran kritis dalam menentukan nilai. Ricardo dan Marx mengklaim bahwa tenaga kerja adalah satu-satunya penghasil nilai. Nilaio suatu komuditas harus sama dengan jumlah rata-rata dari jam kerja yang dipakai dalam menciptakan komoditas itu.
Teori Nilai Surplus
Jika tenaga tenaga kerja adalah satu-satunya penentu nilai, lalu keman profit dan bunganya? Marx menyebut profit dengan “nilai Surplus”. Oleh karena itu kapitalis dan pemilik tanah adalah pihak yang meneksploitasi pekerja. Jika semua nilai adalah produk dari tenaga kerja, maka semua profit yang diterima oleh kapitalis dan pemilik tanah pastilah merupakan “nilai surplus”, yang diambil secara tidak adil dari pendapatan kelas kerja.
p = s/r
Dimana (p) adalah profit, (s) adalah nilai surplus dan ® adalah nilai produk akhir.
Marx berpendapat bahwa profit dan eksploitasi dapat dinaikkan dengan menaikkan hari kerja dan mempekerjakan perumpuan dan anak-anak dengan upah yang lebih rendah ketimbang lelaki dewasa. Lebih jauh, mesin dan kemajuan teknologi menurut Marx hanya menguntungkan kepitalis bukan buruhnya.


G. Mazhab Neoklasik
 Robert Solow & Trevor Swan / Solow – Swan)
Mengembangkan teori yang mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi tergantung pada pertambahan penyedianaan faktor-faktor produksi (penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi.
 (Bohm Bawerk dan Menger)
Menolak model klasik dua sector yang membagi semua barang menajadi barang konsumsi dan modal. Menurut mazhab ini semua barang konsumsi dan modal, akan melewati sederetan taha produksi, dari produksi yang belum jadi dan tak bisa dipakai menjadi barang konsumen dan modal yang sudah jadi dan dapat di pakai.

H. Pemikiran ekonom-ekonom Amerika
 Henry George
Bukunya yang berjudul Single Tex Movement (gerakan pajak tunggal): mengenaan pajak 100% yang mana nilai tersebut sama dengan nilai tanah yang tidak digarap. Setiap pemilik tanah akan dikenakan pajak sewa tanah.
Dan bukunya Progres and Poverty: buku yang menunjukkan kekuragan dalam system kapitalis yang jika diperbaiki dapat memecahkan problem kemiskinandan perekonomian diseluruh dunia. Kekurangan tersebut adalah monopoli atas tanah. Tuan tanah adalah sumber dari segala kejahatan.
 Jhon Bates Clark
Teori produktivitas tenaga kerja upah menjelasakan bahwa upah tidak bisa dinaikkan secara permanen di atas subsisten dan bahwa kapitalis menerima bagian produk kerja secra tidak adil

I. Aliran Institusional
Di Amerika Serikat pada tahun 20-an muncul aliran pemikiran ekonomi yang disebut aliran “institusional”. Aliran institusional menolak ide eksperimentasi sebagaimana yg dianut oleh Aliran sejarah. Orang yg paling berpengaruh & mempunyai peran thdp keberadaan aliran institusional adalah THORSTEIN BUNDE VEBLEN (1857-1929).
Veblen pada intinya mengkritik teori-teori yg digunakan kaum klasik & Neo-klasik yg model-model teoritis & matematisnya dinilai bias & cenderung terlalu menyederhanakan fenomena ekonomi, mengabaikan aspek-aspek non-ekonomi seperti kelembagaan dan lingkungan.
Pola prilaku seseorang dalam Masyarakat disesuaikan dengan kondisi sosial sekarang. Jika perilaku tersebut cocok dan diterima, perilaku diteruskan. Sebaliknya, jika suatu perilaku dianggap Tidak cocok, perilaku akan disesuaikan dengan lingkungan. Keadaan dan Lingkungan inilah yang disebut Veblen “Institusi”.
Dalam mengejar tujuan akhir dari kegiatan produksi, yaitu keuntungan. Ada keuntungan yang diperoleh melalui kerja keras dan ada juga yang diperoleh dengan trik-trik licik dengan menggunakan segala macam cara tanpa memperdulikan orang lain. Begitu juga dalam prilaku konsumsi ada perilaku konsumsi yang wajar yaitu ingin memperoleh manfaat atau utilitas yang sebesar-besarnya dari tiap barang yang dikonsumsinya ada pula yang tidak wajar kalau konsumsi ditujukan hanya untuk pamer, yang disebut Conspicuous Consumption.
Veblen melihat dalam masyarakat Amerika yang tumbuh begitu pesat telah melahirkan suatu golongan yang disebutnya “Absentee Ownership” Yang dimaksudkan adalah para pengusaha yang memiliki modal besar dan menguasai sejumlah perusahaan, tetapi tidak ikut terjun langsung dalam kegiatan Operasional perusahaan, Cukup diserahkan pada para frofesional dan karyawan kepercayaannya.
Tokoh-Tokoh Institusional Lainnya
 Wesley Clair Mitchel (1874-1948)
Ia juga berjasa dalam mengembangkan metode-metode kuantitatif dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa ekonomi. Salah satu karyanya Business Cycle and Their Causes (1913) dengan menggunakan bermacam data statistik ia kemudian menjelaskan masalah fluktuasi ekonomi.
 Gunnar Karl Myrdal (1898) dari Swedia
Salah satu pesan Myrdal pada ahli-ahli ekonomi ialah agar ikut membuat value judgement. Jika tidak dilakukan struktur-struktur teoritis ilmu ekonomi akan menjadi tidak realistis.
 Douglas North (1993) dari Amerika Serikat
North mengatakan bahwa reformasi yang dilakukan tidak akan memberikan hasil nyata hanya dengan memperbaiki kebijaksanaan ekonomi makro belaka. Agar reformasi berhasil, dibutuhkan dukungan seperangkat institusi yang mampu memberikan insentif yang tepat kepada setiap pelaku ekonomi. Beberapa contoh institusi yang mampu memberikan insentif tersebut adalah hukum paten dan hak cipta, hukum kontrak dan pemilikan tanah.

J. Aliran Keynesian
Keynes berpendapat bahwa sistem Leissez Faire murni tidak bisa dipertahankan. Pada tingkat makro, pemerintah harus secara aktif dan sadar mengendalikan perekonomian ke arah posisi “Full Employment”-nya, sebab mekanisme otomatis ke arah posisi tersebut tidak bisa diandalkan secara otomatis.
Menurut Keynes, situasi makro suatu perekonomian ditentukan oleh apa yang terjadi dengan permintaan agregat masyarakat apabila permintaan agregat melebihi penawaran agregat (atau output yang dihasilkan) dalam periode tersebut, maka akan terjadi situasi “kekurangan produksi”. Pada periode berikutnya output akan naik atau harga akan naik, atau keduanya terjadi bersama-sama.
Dalam teori Keynes tentang ”permintaan efektif agregat” dapat diterapkan pada masa kelangkaan lapangan kerja dan sumberdaya, yang menurut Keynesian bisa berlangsung tanpa batas. Dalam keadaan seperti ini Keynesian menawarkan prinsip-prinsip berikut:
a. Kenaikan tabungan dapat menyusutan pendapatan dan mengurangi pertumbuhan ekonomi. Konsumsi lebih penting dari pada produksi untuk pendorong investasi, oleh karena itu berkebalikan dengan hokum Say: “permintaan menciptakan penawarannya sendiri”
b. Anggaran pemerintah federal harus dijaga dalam keadaan tidak seimbang pada masa resesi. Kebijakan fiscal dan moneter harus ekspansif sampai kemakmuran pulih kembali dan suku bunga baru dibuat tetap rendah.
c. Pemerintah harus meninggalkan kebijakan Laissez faire dan harus campur tangan di pasar jika diperlakukan. Pada masa susah akan diperlukan kebijakan markentalis termasuk tindakan proteksionis.
d. Standar emas adalah cacat karena inelastisitasnya menjadikannya tidak mampu merespon kebutuhan bisnis yang semakin meningkat. Lebih baik mengguanakan kebijakan pengandalian. Lebih baik menggunakan kebijakan pengendalian uang.
Inti dari kebijakan makro Keynes adalah bagaimana pemerintah bisa mempengaruhi permintaan agregat (dengan demikian, mempengaruhi situasi makro), agar mendekati posisi “Full Employment”-nya.
Sumber permintaan uang, 3 macam kebutuhan akan uang:
 Kebutuhan transaksi,
 Kebutuhan berjaga-jaga,
 Kebutuhan berspekulasi,
Di Pasar Uang, terdapat teori kuantitas yang menyatakan bahwa permintaan akan uang adalah proporsional dengan nilai transaksi yang dilakukan masyarakat.
Menurutnya tabungan adalah bentuk pengeluaran yang tidak dapat diandalkan. Ia hanya efektif jika tabungan diinvestasikan oleh dunia usaha.

K. Aliran Monetaris
Ketidakberhasilan ajaran2 Keynes dlm memecahkan masalah2 yg dihadapi melahirkan suatu aliran baru yg disebut “aliran Monetaris” yg mengutamakan kebi-jaksanaan moneter dlm mengatasi kemelut ekonomi.
Penekanan pokok pandangan monetaris terletak pa-da stok uang. Menurut Friedman, perubahan dlm jumlah uang beredar sgt besar pengaruhnya terhadap

1. Tingkat inflasi dlm jangka panjang
2. Perilaku GNP ril dlm jangka panjang
Friedman menyimpulkan secara umum laju pertum-buhan uang yg tinggi menyebabkan terjadinya booms & inflasi. Sementara itu, penurunan dlm laju pertum-buhan uang dapat menimbulkan resesi & kadang-kadang bahkan juga deflasi.
Tokoh-Tokoh Aliran Monetaris
 Milton Friedman (1912)
 Karl Brunner
 Allan Meltzer dan Bennet
 McCallum
 Thomas Mayer  Phillip Cagan
 David Laidler
 Michael Parkin
 William Poole
Kebijaksanaan moneter yg dianjurkan kubu mone-taris adalah kebijaksanaan moneter yg sifatnya netral & berorientasi ke arah pertumbuhan ekono-mi jangka panjang.
Kebijaksanaan yg digunakan oleh aliran monetaris cenderung kontraktif & lebih konservatif, dlm hal ini kubu monetaris lebih suka menaikkan laju pertumbuhan uang secara pelan-pelan tetapi konstan, sesuai dgn hukum pertumbuhan jumlah uang konstan (constant money growth rule).
Kelompok Monetaris percaya bahwa kebijaksanaan peningkatan jumlah uang dlm jangka pendek berpengaruh terhadap output ril.

L. Pemikiran sesudah Keynes (Paul samuelson, Joseph Schumpeter)
 Paul Samuelson
Buku “Economics” menerangkandan menyederhanakan dasar-dasar makro ekonomi Keynesian yang menggunakan aljabar sederhana dan grafik yang jelas.
 Joseph Scumpeter
Buku “Capitalism, Socialism and Democracy” tentang dinamika kapitalisme pasar dan bagaimana kekuatan pengganggu dari teknologi akan melemahkan kondisi ekuilibrium.
Menurut Schumpeter, invensi adalah hal penemuan tekhnik-tekhnik produksi baru, sementara inovasi mempunyai makna lebih luas, yang tidak hanya menyangkut penemuan tekhnik-tekhnik berproduksi baru, jenis material baru untuk produksi, cara-cara usaha baru, cara-cara pemasaran baru, inovasi dianggap sebagai loncatan dalam fungsi produksi.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.